Puspiptek Serpong “Silicon Valley nya Indonesia”

Image Minggu kemarin mama dan para krucil beserta papa pergi ke daerah Serpong. Rencananya mau berkunjung ke kantor baru papa sambil beli ikan mas merah untuk keperluan khusus (baca postingan disini).

Kami menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dengan mobil dari Jakarta Selatan ke Serpong. Kami mengambil rute tol TB Simatupang terus keluar tol Serpong. Di arah keluar tol serpong kendaraan sempat berhenti sesaat karena ternyata ada kecelakaan. Untung tidak terlalu lama kami antri untuk keluar dari tol menuju Serpong karena repot nih bawa para krucil yang udah kebelet pengen ke kamar mandi hahaha..

Keluar dari tol Serpong kami langsung menuju arah kantor papa. Di perjalanan suasana berubah berbeda dari hiruk pikuk kota Jakarta dengan gedung pencakar langitnya itu. Kiri kanan jalanan di Serpong banyak ditemui pedagang buah (rambutan, duku, dll). Ada juga pedagang daun singkong membawa setumpukan daun singkong diikat rapi di belakang motor melintas dengan damai di jalanan yang ramai mobil.

Di sebelah sisi kiri kanan jalan kami melihat pepohonan, dengan sesekali gerbang perumahan atau gerbang perkantoran. Tidak ada satu pun gedung tinggi di jalanan yang kami temui.

Image Tidak berapa lama kami sampai di pintu gerbang kantor papa. Walaupun hari itu hari Minggu namun para satpam tetap bekerja menjaga pintu masuk kantor papa. Sesampainya kami di area perkantoran, kami dibuat takjub karena area perkantoran yang begitu besar dengan gedung-gedung yang tersebar dan papan-papan penunjuk arah gedung di jalan-jalan mirip sekali sebuah kota kecil. Tetapi mama langsung teringat wah ini sebentar lagi bisa jadi ‘Silicon Valley nya Indonesia’.

Papan penunjuk arah gedung bertuliskan “aerodinamika, termodinamika, material, lingkungan hidup, dan lain-lain” wow keren deh!! Sebagian besar gedung memang masih sepi dikarenakan belum ditempati oleh karyawan. Papa menjelaskan bahwa perpindahan karyawan masih dalam tahap perlahan-lahan namun tahun depan mudah-mudahan semua orang pintar (para doktor, ahli, peniliti) seluruh Indonesia yang menjadi karyawan pemerintah akan pindah berkantor di sana. Wow Keren!!

Di area perkantoran juga terdapat area hutan lindung yang luas sekali jadi rasanya sejuk deh berada disana walaupun saat itu sudah pukul 10 pagi. Karena saat itu hari Minggu dan perkantoran libur maka yang kami temui banyak penduduk sekitar memanfaatkan area taman dan hutan di dalam perkantoran tersebut untuk sekedar duduk-duduk, piknik, bermain, wah benar-benar dual fungsi hehehe..

Namun kami menyayangkan sifat penduduk Indonesia yang masih kurang sadar akan menjaga kebersihan. Jadi kemarin kami masih melihat sampah berserakan di area taman, trotoar, got dalam perkantoran dimana sampah tersebut berasal dari penduduk yang sedang bermain, duduk-duduk, serta piknik keluarga.

Papa mengatakan kalau biasanya hari Senin sampai Jumat dimana kantor penuh karyawan, maka petugas kebersihan akan segera sigap membersihkan setiap sudut perkantoran. Tidak luput juga area taman dan hutan akan mereka bersihkan. Namun sebaiknya di hari libur masyarakat turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi mereka sedang menggunakan fasilitas perkantoran tersebut ya mbok “Isin” gitu loh jangan buang sampah sembarang!!

Senang rasanya melihat Indonesia memiliki area perkantoran khusus untuk penelitian. Indonesia kaya akan para peniliti dan orang pintar. Selayaknya pemerintah lebih memberikan perhatian kepada para peneliti Indonesia. Seperti memberikan dukungan keuangan untuk biaya penelitian, menaikkan gaji dan fasilitas untuk para peniliti yang tergabung dalam instasi pemerintah. Sehingga para peniliti Indonesia tidak dibajak oleh negara lain.

Papa bercerita bahwa sebenarnya para peniliti Indonesia cinta akan negeri sendiri. Cuman mereka kan perlu biaya untuk menghidupi keluarga. Banyak yang dari mereka rela tidak pulang berhari-hari hanya untuk menyelesaikan tugas penelitian. Bahkan dari mereka banyak yang tidak mampu membeli mobil sehingga mereka harus pergi sebelum subuh dan pulang larut malam karena terpaksa menggunakan angkutan umum.

Mari kita dukung para peniliti Indonesia demi memajukan negeri tercinta ini. Indonesia sudah memiliki “Silicon Valley” nya sendiri tinggal bagaimana pemerintah mengembangkan dan memanfaatkan fasilitas tersebut.

images taken from: http://www.puspiptek.ristek.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s